Ghost

Teruslah menjadi kebahagiaan yang membuatku sadar, bahwa memang tidak akan penuh jika bukan denganmu.

Pramesti Laksmi

Sebuah surat singkat sebagai ucapan terima kasih

Tuhan yang baik, yang sudah terlalu baik, bahkan di saat aku tidak pernah melakukan apa pun untukMu.

Barangkali ini hanya akan menjadi sebuah ucapan terima kasih yang begitu singkat, sebab andai saja aku bisa menulis lebih—namun sayangnya tidak.

Jadi begini, ini tentang seorang pria yang sudah Kaupilihkan, yang sudah menemani hari-hari selama beberapa bulan belakangan. Ini tentang sosok yang begitu lebih dari cukup, bahkan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Untuk kami berdua, Kautuliskan cerita yang tak pernah gagal menghadirkan tangis bahagia. Aku bahkan tak memiliki bayangan yang terlalu persis, ketika sedang menunggu pintu hatiku diketuk oleh seseorang. Aku tidak pernah berpikir terlalu jauh, bahkan hanya untuk mempersilakannya masuk walau sebentar. Aku terlalu skeptis dengan hal-hal yang seperti ini. Hingga kemudian, entah bagaimana caranya Engkau memperkenalkan, menjadikan lebih dekat, dan mulai menyatukan kami.

Dia bukan hanya sosok yang memperlakukanku dengan sangat baik, namun dia juga begitu mengerti tentang aku. Semenjak bersamanya, aku mulai tahu bagaimana rasanya disayang, dibutuhkan, dan dijadikan istimewa. Dia bukan sosok yang mampu membawa segala yang ada di dalam dunia ke hadapanku, tapi dia lebih dari apa yang dunia punya.

Terima kasih telah mempertemukan kami. Terima kasih telah menyatukan kami. Terima kasih untuk setiap rencana-rencana di luar logika manusia. Terima kasih telah membuat kami sadar, bahwa menunggu waktu dan keinginanMu memang tidak akan pernah sia-sia. Persiapkan kami untuk menunggu, termasuk menjalani proses, untuk menerima hal-hal yang lebih luar biasa lagi.

Suatu saat nanti, jika ada kesempatan, barangkali aku akan menceritakan lengkapnya kisah kami. Suatu saat nanti, supaya semua boleh mengerti, bahwa Engkau ialah penulis sekaligus perencana yang pantas dipercaya dan dikagumi.

Sebagai sebuah ucapan terima kasih, surat ini terlampau singkat.

Dari aku,
yang sedang kehabisan kata-kata.

Berhentilah membanding-bandingkan siapa yang lebih cinta. Pada akhirnya, semua ialah tentang siapa yang terpilih, dan yang tidak.

Pramesti Laksmi

Aku tidak mengerti Tuhan dengan segala kehebatanNya. Aku tidak mengerti Tuhan dengan segala perbuatan-perbuatan tanganNya. Karena aku memang tidak selalu diharuskan untuk mengerti, namun percaya.

Pramesti Laksmi

Pada akhirnya kamu tidak perlu yang sempurna. Ketika mengetahui bahwa segala yang kamu butuhkan ada padanya, saat itu kamu akan merasa bahwa dia lebih daripada cukup.

kak, selamat malam. aku mau sedikit cerita dan minta pendapat sama kakak. aku lagi suka sama kakak kelasku, aku juga yang ajak dia kenalan kak, uda sekitar 9 bulan gt uda saling kenal, dan beberapa bulan ini dia mulai lebih baik daripada sebelum nya, kayak chat aku duluan, ada pertanyaan2 di chat. biasanya sih ga pernah kak. menurut kakak ada perubahan yg baik gak kak? apa karena dia cuman lagi kesepian? aku bingung kak. thank you ;) Anonymous

Perubahan yang baik atau memang dia hanya sedang kesepian itu perkara pemikiran saja, anonymous. :)

Kalau kamu berpikir positif, kamu akan menganggapnya sebagai sebuah perubahan yang baik. Kalau kamu berasumsi, kamu akan menganggapnya sebagai bentuk kesepiannya saja. Kalau aku? Aku lebih memilih untuk menganggapnya sebagai sebuah perubahan baik. Jangan hilang harapan, anonymous.

Biasanya, aku akan menyeimbangi pikiran-pikiran positif dengan sikap yang selalu belajar untuk mampu menerima hal-hal terburuk. Sehingga kamu tidak terbang terlalu tinggi, tak juga berada terlalu rendah. :)

Kalo si a sayang banget sama si b,trus si b mutusin si a. Banyak orang bilang kalo sayang seseorang harus dikejar dan ada juga yang bilang,kalo kamu sayang sama dia biarin dia bahagia sama yang lain. Jadi mana yang harus si A pilih? Anonymous

Karena aku tidak tahu alasan mengapa B memutuskan A, maka aku menyarankan untuk A menyendiri dulu. Ini bukan masalah mengejar atau merelakan. Bagiku, aku lebih memilih untuk membiarkan Tuhan yang mengambil alih segalanya. Waktu akan mendewasakan A untuk mengerti, bahwa kehendakNya yang akan selalu jadi. Tidak usah terlalu terburu-buru. Pada saatNya nanti, A akan bertemu yang memang sudah miliknya. Bisa jadi B, bisa jadi yang lain. Bisa jadi :)

Mungkin sesingkat itu yang bisa kukatakan, anonymous. :)

Hai kak, mau tanya nih. Bagaimana caranya memulai pertemanan dengan seorang teman yg seakan bukan teman karena hadirnya sebuah "rasa". Begini, hampir 3 tahun saya berteman sekelas. Dan selama itu pula tak pernah saling sapa semenjak rasa itu ada. :) Anonymous

Caranya adalah dengan memiliki keberanian itu sendiri, anonymous. :)

Aku pernah mengalaminya, dan aku tahu persis bagaimana campur aduk rasa yang ada. Namun, kalau tujuanmu adalah untuk memulai pertemanan dengannya, seperti yang tadi kubilang, kamu harus berani. :)

Semangat terus, anonymous ^^

Kak,aku sayang sama dia. Aku pengen balikan lagi sama dia,hati aku berkata untuk terus berjuang sama dia yang entah sayang sama aku atau tidak. Aku pacaran 1thn lebih,tapi sekarang dia lagi deket sama seseorang lagi. Apa aku harus bertahan dengan memilih sakit apa pergi untuk memilih senang? Anonymous

Berjuang boleh-boleh saja, namun pastikan bahwa perjuanganmu bukanlah untuk hal yang sia-sia, anonymous. :)

Kalau memang dia sedang dekat dengan seseorang, pastikan bahwa kedekatannya bukanlah hasil asumsimu saja. :)

Kalau memang dengan bertahan hanya akan membuatmu sakit, mengapa tidak pergi demi bahagia yang lain?

Kamu memiliki banyak hal untuk dipikirkan ulang, anonymous. Namun, semoga pertanyaan-pertanyaanku akan membantu untukmu menentukan pilihan. :)

Pada akhirnya, pilihan ada pada tanganmu sendiri. Sebab aku tidak mengetahui yang lebih jauh lagi. :)

Baiklah.. Terimakasih atas waktu dan saran yg sangat membantu^^ karerinarjr

Mudah-mudahan, karerinar :)

Ikuti kata hatimu sendiri. Saranku hanya sekadar masukan. :)

Semangat terus ^^

Button Theme

Visitor Counter
Visitor Counter