Ghost

Kepada lelakiku…

Aku harap, aku tidak menuliskan yang terlalu panjang, hingga membuatmu yang membacanya merasa bosan.

Hari ini, usiamu bertambah satu. Namun, bukan itu intinya. Usiamu akan terus bertambah, tapi, tetaplah ingat bahwa apa yang sudah dilalui tidak akan bisa terulang kembali. Maka dari itu, gunakanlah waktu yang ada sebaik-baiknya, paling tidak untuk membahagiakan hatiNya.

Terima kasih karena telah menjadi yang terbaik. Terima kasih karena telah mengajarkanku banyak hal. Terima kasih karena tak pernah bosan memahamiku, tak pernah berhenti mengerti aku. Terima kasih karena selalu ada. Terima kasih untuk cinta yang selalu mampu membuatku merasa disayang dan diistimewakan. Terima kasih untuk setiap semangat, terima kasih untuk setiap kesabaran, terima kasih untuk setiap hal-hal manis yang tiada habis. Terima kasih karena telah menjadi yang paling kuat dalam hubungan ini. Terima kasih, dan aku bersyukur sekali.

Ya, kita jauh. Ya, kita tidak selalu mampu bertatap muka. Namun, kamu ialah apa yang senantiasa kupeluk lewat doa.
Rasanya sedih saat menyadari bahwa aku tidak akan berada di sisi, menemani, hingga ke beberapa waktu ke depan. Tapi aku sadar, aku tak memiliki alasan yang kuat untuk terus mengeluh.

Kamu ialah yang terbaik, yang dapat mengajariku bahwa jatuh cinta memang mampu terjadi secara berulang—bahkan pada sosok yang sama.

Teruslah menjadi lelaki terbaikku, kebanggaanku. Jangan pernah menyerah dalam keadaan apa pun. Ingatlah, bahwa Ayah dan aku akan selalu ada. Jangan berhenti membuat kami berdua bangga. Jangan pernah kehilangan sosok dan jati dirimu yang sebenarnya. Tetaplah menjadi dirimu sendiri, namun yang terbaik. Paling tidak untukNya.

Selamat ulang tahun, kesayangannya Ayah dan aku. Aku teramat bersyukur diberi kesempatan untuk memiliki dan dimilikimu.

Dari aku,
yang…ya, begitu merindukan kebersamaan kita. Sampai bertemu kembali pada waktu yang telah disiapkanNya.

Tanggal kita yang bukan tanggal kita

Hai, yang jauh di sana.

Baiklah, mari dimulai dari sini..
Di tanggal ini, tepat setahun yang lalu, ada sepasang yang akhirnya saling mengetahui. Ada sepasang yang saling membobol tembok pertahanan masing-masing. Ada sepasang yang saling membuka rahasia paling besarnya. Sebuah percakapan tiba-tiba tanpa persiapan, sebuah kejadian yang mungkin biasa orang-orang sebut dengan kebetulan. Namun, aku tidak percaya akan sebuah kebetulan. Sebab, aku lebih percaya bahwa Tuhan memang paling ahli dalam memberi kejutan.

Tepat setahun yang lalu, tanggal ini adalah awal mula dari segalanya. Tanggal ini menjadi bukti bahwa aku sudah tidak perlu mencari-cari lagi. Tanggal ini menjadi awal dari segala kenangan, bahkan yang terjadi sebelumnya. Setahun yang lalu, di tanggal ini ada senyum yang sama-sama merekah, ada kebahagiaan yang tak mampu terungkap. Ada keyakinan pada masing-masing pilihan.

Terima kasih, untuk pertanyaan paling menjebak setahun yang lalu. Untuk perlakuan-perlakuan usil, untuk jawaban yang tidak pernah aku sangka-sangka sebelumnya. Terima kasih, sudah mau jadi bagian penting dalam hidup aku. Terima kasih untuk semuanya.

Di depan sana, masih ada banyak kejutan-kejutan yang dari Ayah. Yuk, temenin aku untuk menanti dan merasakan itu semua! :D

Dengan penuh rindu,
aku.

Terima kasih, karena telah menunjukkan rupa-rupa bahagia yang ternyata mampu bertahan lama.

Pramesti Laksmi
Hi, kak. Aku dan seorg teman sekelasku (K), sering digoda oleh teman di kls. Seperti kalau aku dan K berbicara, mereka akan mencie-cie kan aku dan K -_- lama kelamaan aku dan K mulai canggung. Walaupun jrg ngobrol, kami sering bertemu pandang, entahlah. K sangat baik padaku, ia pernah mengirimiku pesan, intinya ia berkata "kalau ga belagu sama kamu aja, sih aku bisa :).", saat aku sakit dia memasakan aku air utk minum obat, dan sgala perhatian lainnya. Aku mulai suka padanya. Aku harus bgmn? - B Anonymous

Hai B,

menurutku, langkah yang harus kamu ambil setelahnya ya mencoba. Mencoba mencari tahu apakah K memang sosok yang pantas, mencoba mencari tahu apa yang K rasakan terhadapmu, mencoba menjatuhkan hatimu perlahan-lahan pada K.

Pasti bahagia rasanya diperhatikan oleh sosok yang kita inginkan. :)
Sekarang saatnya kamu melakukan bagianmu: mencoba. :)
Pastikan sikap baiknya tidak main-main, dan tidak ke yang lain-lain. :)

Semangat mencoba, B! :)

Teruslah menjadi kebahagiaan yang membuatku sadar, bahwa memang tidak akan penuh jika bukan denganmu.

Pramesti Laksmi

Sebuah surat singkat sebagai ucapan terima kasih

Tuhan yang baik, yang sudah terlalu baik, bahkan di saat aku tidak pernah melakukan apa pun untukMu.

Barangkali ini hanya akan menjadi sebuah ucapan terima kasih yang begitu singkat, sebab andai saja aku bisa menulis lebih—namun sayangnya tidak.

Jadi begini, ini tentang seorang pria yang sudah Kaupilihkan, yang sudah menemani hari-hari selama beberapa bulan belakangan. Ini tentang sosok yang begitu lebih dari cukup, bahkan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Untuk kami berdua, Kautuliskan cerita yang tak pernah gagal menghadirkan tangis bahagia. Aku bahkan tak memiliki bayangan yang terlalu persis, ketika sedang menunggu pintu hatiku diketuk oleh seseorang. Aku tidak pernah berpikir terlalu jauh, bahkan hanya untuk mempersilakannya masuk walau sebentar. Aku terlalu skeptis dengan hal-hal yang seperti ini. Hingga kemudian, entah bagaimana caranya Engkau memperkenalkan, menjadikan lebih dekat, dan mulai menyatukan kami.

Dia bukan hanya sosok yang memperlakukanku dengan sangat baik, namun dia juga begitu mengerti tentang aku. Semenjak bersamanya, aku mulai tahu bagaimana rasanya disayang, dibutuhkan, dan dijadikan istimewa. Dia bukan sosok yang mampu membawa segala yang ada di dalam dunia ke hadapanku, tapi dia lebih dari apa yang dunia punya.

Terima kasih telah mempertemukan kami. Terima kasih telah menyatukan kami. Terima kasih untuk setiap rencana-rencana di luar logika manusia. Terima kasih telah membuat kami sadar, bahwa menunggu waktu dan keinginanMu memang tidak akan pernah sia-sia. Persiapkan kami untuk menunggu, termasuk menjalani proses, untuk menerima hal-hal yang lebih luar biasa lagi.

Suatu saat nanti, jika ada kesempatan, barangkali aku akan menceritakan lengkapnya kisah kami. Suatu saat nanti, supaya semua boleh mengerti, bahwa Engkau ialah penulis sekaligus perencana yang pantas dipercaya dan dikagumi.

Sebagai sebuah ucapan terima kasih, surat ini terlampau singkat.

Dari aku,
yang sedang kehabisan kata-kata.

Berhentilah membanding-bandingkan siapa yang lebih cinta. Pada akhirnya, semua ialah tentang siapa yang terpilih, dan yang tidak.

Pramesti Laksmi

Aku tidak mengerti Tuhan dengan segala kehebatanNya. Aku tidak mengerti Tuhan dengan segala perbuatan-perbuatan tanganNya. Karena aku memang tidak selalu diharuskan untuk mengerti, namun percaya.

Pramesti Laksmi

Pada akhirnya kamu tidak perlu yang sempurna. Ketika mengetahui bahwa segala yang kamu butuhkan ada padanya, saat itu kamu akan merasa bahwa dia lebih daripada cukup.

kak, selamat malam. aku mau sedikit cerita dan minta pendapat sama kakak. aku lagi suka sama kakak kelasku, aku juga yang ajak dia kenalan kak, uda sekitar 9 bulan gt uda saling kenal, dan beberapa bulan ini dia mulai lebih baik daripada sebelum nya, kayak chat aku duluan, ada pertanyaan2 di chat. biasanya sih ga pernah kak. menurut kakak ada perubahan yg baik gak kak? apa karena dia cuman lagi kesepian? aku bingung kak. thank you ;) Anonymous

Perubahan yang baik atau memang dia hanya sedang kesepian itu perkara pemikiran saja, anonymous. :)

Kalau kamu berpikir positif, kamu akan menganggapnya sebagai sebuah perubahan yang baik. Kalau kamu berasumsi, kamu akan menganggapnya sebagai bentuk kesepiannya saja. Kalau aku? Aku lebih memilih untuk menganggapnya sebagai sebuah perubahan baik. Jangan hilang harapan, anonymous.

Biasanya, aku akan menyeimbangi pikiran-pikiran positif dengan sikap yang selalu belajar untuk mampu menerima hal-hal terburuk. Sehingga kamu tidak terbang terlalu tinggi, tak juga berada terlalu rendah. :)

Button Theme

Visitor Counter
Visitor Counter